Wisata Garut - Kedatangan jenazah almarhum Kang Ibing ke rumah duka di Jalan Kencana Wangi No 70 Margacinta Kota Bandung disambut ratusan keluarga, kerabat, rekan serta warga sekitar rumah almarhum. Bahkan sejumlah kaum ibu tidak kuat menahan haru dan tidak mampu menahan tangis saat menyambut Ny. Nike Wahyuningsih, istri almarhum yang turun bersamaan dengan keranda jenazah suaminya.
Kepergian almarhum Kang Ibing yang memiliki nama lengkap Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata, Kamis (19/8) sekira pukul 21.00 WIB dirasakan begitu cepat. “Kami tidak menyangka kalau kepergiannya akan secepat itu,” ujar Aom Kusman, sahabat setia Kang Ibing yang juga rekan dalam kelompok De’Kabayan bersama Suryatna Fatah, Mas Sastro dan Kang Ujang.
Dikatakan Aom Kusman yang tidak henti-hentinya menyeka air mata, manakala pergi ke pemakaman maestro kecapi modern Almarhum Tatang Benyamin Koswara, di Rancacili Ciwastra, Minggu (15/8), mereka masih sempat bersendagurau. Di antara gurauannya Kang Aom mengingatkan Kang Ibing untuk menjaga kesehatan dan tidak terlalu memforsir diri dengan berbagai kegiatan. “Inget kana umur, euy,” ujar Kang Aom mengingat saat itu.
Peringatan sahabatnya tersebut kurang begitu diindahkan oleh Kang Ibing, bahkan pada bulan Ramadan tahun ini, di mana sejumlah daerah memintanya untuk mengisi kegiatan Ramadan sebagai penceramah. “Bapak baru saja pulang dari Sumedang sekira pukul 20.00 WIB, dan langsung ke belakang (kandang domba), di sanalah Bapak terjatuh,” ujar Kusmandika, anak pertama almarhum.
Karena tidak sadarkan diri, menurut Kusmandika, akhirnya almarhum dilarikan ke RS Al Islam. Di perjalanan kondisi almarhum semakin parah dan saat tiba di rumah sakit, sekira pukul 21.00 WIB jiwanya tidak tertolong.
Diakui Kusmandika, sudah sejak lama bapaknya menderita penyakit jantung. “Sudah lama bapak mengidap penyakit jantung dan kami sekeluarga suka mengingatkan agar bapak menjaga kondisi. Tapi karena rasa cintanya akan berkesenian dan belakangan ditambah dengan kegiatan berdakwah, Bapak semakin melupakan kondisi penyakitnya,” ujar Kusmandika.
Almarhum kelahiran Sumedang 20 Juni 1946, wafat meninggalkan istri Nike Wahyuningsih, dan tiga orang anak, Kusmandika, Kusmananda dan Diane. Hingga kini pihak keluarga belum memastikan rencana pemakaman esok hari (Jumat, 20/8) baik tempat maupun waktunya.
Kepergian almarhum Kang Ibing yang memiliki nama lengkap Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata, Kamis (19/8) sekira pukul 21.00 WIB dirasakan begitu cepat. “Kami tidak menyangka kalau kepergiannya akan secepat itu,” ujar Aom Kusman, sahabat setia Kang Ibing yang juga rekan dalam kelompok De’Kabayan bersama Suryatna Fatah, Mas Sastro dan Kang Ujang.
Dikatakan Aom Kusman yang tidak henti-hentinya menyeka air mata, manakala pergi ke pemakaman maestro kecapi modern Almarhum Tatang Benyamin Koswara, di Rancacili Ciwastra, Minggu (15/8), mereka masih sempat bersendagurau. Di antara gurauannya Kang Aom mengingatkan Kang Ibing untuk menjaga kesehatan dan tidak terlalu memforsir diri dengan berbagai kegiatan. “Inget kana umur, euy,” ujar Kang Aom mengingat saat itu.
Peringatan sahabatnya tersebut kurang begitu diindahkan oleh Kang Ibing, bahkan pada bulan Ramadan tahun ini, di mana sejumlah daerah memintanya untuk mengisi kegiatan Ramadan sebagai penceramah. “Bapak baru saja pulang dari Sumedang sekira pukul 20.00 WIB, dan langsung ke belakang (kandang domba), di sanalah Bapak terjatuh,” ujar Kusmandika, anak pertama almarhum.
Karena tidak sadarkan diri, menurut Kusmandika, akhirnya almarhum dilarikan ke RS Al Islam. Di perjalanan kondisi almarhum semakin parah dan saat tiba di rumah sakit, sekira pukul 21.00 WIB jiwanya tidak tertolong.
Diakui Kusmandika, sudah sejak lama bapaknya menderita penyakit jantung. “Sudah lama bapak mengidap penyakit jantung dan kami sekeluarga suka mengingatkan agar bapak menjaga kondisi. Tapi karena rasa cintanya akan berkesenian dan belakangan ditambah dengan kegiatan berdakwah, Bapak semakin melupakan kondisi penyakitnya,” ujar Kusmandika.
Almarhum kelahiran Sumedang 20 Juni 1946, wafat meninggalkan istri Nike Wahyuningsih, dan tiga orang anak, Kusmandika, Kusmananda dan Diane. Hingga kini pihak keluarga belum memastikan rencana pemakaman esok hari (Jumat, 20/8) baik tempat maupun waktunya.
Kang Ibing Meninggal Jadwal
Reviewed by Bonita
on
13.48
Rating:

Tidak ada komentar: